Jakarta, CNBC Indonesia – Ada momen menarik dalam Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (3/4/2024). Hakim MK Arief Hidayat memuji anggota Tim Hukum Nasional (THN) Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, Bambang Widjojanto (BW), yang dinilai lebih sabar dan dewasa ketimbang 5 tahun yang lalu.

Mulanya, BW selaku pihak pemohon mulanya memberikan beberapa pertanyaan kepada ahli dari KPU, yakni Prof Marsudi Wahyu Kisworo terkait Sirekap. Saat memasuki pertanyaan ketiga, Hakim Saldi Isra meminta BW untuk berhenti dan memberikan kesempatan ke anggota THN lain, yakni Refly Harun.

“Tadi dikemukakan di bagian akhir bahwa mestinya sistem di web Sirekap itu dari mobile apps itu harus diverifikasi dulu begitu ya prof. Dan kalau tidak diverifikasi maka timbul bisa timbul banyak masalah. Terus prof tadi mengatakan bahwa itu sebabnya untuk tahun mendatang perlu ada verifikasi,” tanya BW dalam persidangan.

“Saya berangkat dari pernyataan itu, apakah dengan begitu dapat diberikan pandangan Sirekap ini bermasalah karena tidak ada sistem yang verifikasi itu? Satu,” sambungnya.

Dia juga menanyakan jumlah DPT pada TPS yang dinilai lebih banyak dari semestinya. Padahal, lanjut BW, setiap TPS hanya memiliki maksimal DPT 300.

“Kalau ada info seperti ini ada puluhan ribu bahkan ada ratusan ribu, puluhan ribu yang tercatat ini apakah itu tidak cukup dijadikan dasar untuk sampai pada kesimpulan ada fraud di situ? Itu kedua,” ujar mantan Pimpinan KPK ini.

“Jangan terlalu banyak, nanti lebih banyak dari ahli pula nanti pertanyaannya,” ujar Hakim MK Saldi memotong BW.

BW kemudian menyampaikan pertanyaan terakhir sebelum akhirnya menyerahkan kepada Refly Harun. Dia mengikuti instruksi dari Hakim MK.

Setelah itu, giliran Arief Hidayat yang bicara. Dia kemudian memuji BW menjadi lebih sabar.

“Terima kasih Pak Ketua sidang, Prof Marsudi kita juga pernah ketemu 5 tahun yang lalu tapi saya mau komentar sedikit ini saya juga ketemu 5 tahun lalu dengan sahabat saya Mas Bambang Widjojanto. Ternyata setelah 5 tahun kedewasaan beliau, kesabaran beliau, sudah muncul,” ujar Arief dalam persidangan.

Arief mengatakan BW tampak tak sabaran pada sidang sengketa Pilpres 2019. Dia menyebut saat itu dirinya sempat meminta BW untuk keluar dari persidangan lantaran tak patuh pada instruksi hakim MK.

“Padahal 5 tahun yang lalu saya terpaksa membentak beliau untuk suruh keluar tapi sekarang begitu Prof Saldi atau Pak Ketua bilang ‘Pak Bambang sudah selesai’, sekarang sabar sekali dan sangat patuh terhadap hakim. Terima kasih, Mas Bambang,” katanya.

Berita selengkapnya >>> Klik di sini

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


MKMK: Saldi Isra tidak Langgar Etik soal Dissenting Opinion


(miq/miq)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *